rs1

Info Balap Liar Jakarta

Info Balap Liar Jakarta
WE ARE DRAGSTER NOT GANGSTER)......Pemesanan jaket I B L J di nomer : 0896 7696 5222 (rendy)......Perkopling Racing JFK mencari distributor Luar daerah Hub:089670261768 pin : 24d2d8c7......Pemasangan Iklan Hub: Email infobalapliarjakarta@yahoo.com......WE ARE DRAGSTER NOT GANGSTER

Hasil rsce 5 oktober 2015 Ninja (Tekno Tuner) Vs Nova Dash (D2M) Win : Ninja Tekno Tuner

Tampilkan postingan dengan label Tip's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip's. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2015

Tip's membuat permukaan piston dengan flow water



       Kalo ngebahas soal mesin di I B L J sudah pasti bukan ngebahas mesin-mesin dengan spek standar ....anak-anak I B L J udah pasti anak-anak yang over kreatif yang gak puas dengan karya insinyur-insinyur jepang....walaupun berbekal dengan pengalaman ototdidak kegilaan dan keberanian bereksperimen tidaklah pernah berhenti di tempat kalo belum liat motor bisa terbang-terbangan betulkan....? nah untuk menambah pengetahuan kawan-kawan agar lebih memaksimalkan korekannya I B L J memberi tips simple dean sederhana yang setiap orang bisa lakukan sendiri tanpa menggunakan alat mahal....Video tips ini I B L J dapatkan dari salah satu fanpage yang berkecimpung pada piston-piston yang di desain untuk balap....silahkan di simak kawan semoga bermanfaat.



Kamis, 05 Desember 2013

Kode bering Mesin dan Roda semua jenis motor


Sebagai bahan data untuk mempermudah modifikasi mesin IBLJ akan mengulas hal yang cukup penting untuk di dapatkan...yaitu kode - kode bering yang sering di gunakan pada motor baik pada bagian dalam mesin seperti bering kruk as dan bagian luar seperti bearing roda...bukan hanya itu IBLJ pun akan menjelaskan sedikit arti dari kode-kode yang terdapat pada bearing tersebut sesuai dengan ISO(International Standard Organisation).

Contoh SKF tertera kode 6301 RSI/C3 MT47. 


6 = Type Ball Bearing
3 = Menunjukan Dimensi (Diameter,Tebal,Tinggi)
01 = Ukuran Lingkar dalam Bearing (00 memiliki Nilai Linkar dalam 10 mm,01 (12mm), 02 (15mm), 03 (17mm), 04 (20mm), 05 (25mm)
RS = Rubber seal (penutup karet)
C3 = (kerenggan antara bola bering dan Bantalan bering)
Satuan kerenggangan atau Clearance adalah mikron. 1 mikron sama dengan 1/1000 mm.
MT = Medium Temperatur



Bagian-bagian Komponen pada Bering


Berikut adalah kode beringnya :
KODE BEARING MESIN

Kruk as
SUPRA / SUPRA-X / NOVA / SONIC / PRIMA / GRAND / LEGENDA 6304 - 6304
C70 / C700 / C800 / A800 / ASTEA WIN 6304 - 6304
-         Kaze 6205/6204
-          KSR 6205/6204
-          Zupiter  Z 6304/6205
-          Y125 Z 6205/6205
-          F1ZR 6205/6205
-          RXZ 6304/6205
RX King 6304/6205
-         Suzuki RG 6205/6205
-         Satria Ru 6205/6205
Mio,Nuvo 6305 & 63/22Satria Fu 6007 & 63/28IBFXR 150 6007 & 63/28IBTIGER 6304 - 6304
GL MAX-P / GL MAX-C / GL MAX NEO / GL PRO-P / GL PRO-C / GL PRO-NEO / 6304 - 6304
CB 100 / CB125 6304 - 6304
C902 / BENLY 6205 - 6205


Gear 

Tiger 6203
GL MAX-P / GL MAX-C / GL MAX NEO / GL PRO-P / GL PRO-C / GL PRO-NEO / 6203
CG100 / CG110 / CG125 / 6203
CB 100 / CB125/ 6203
GL100 / GL125 / GL100 (CDI) Gear 6203
C902 / BENLY 6205
SUPRA / SUPRA-X / NOVA / SONIC / PRIMA / GRAND / LEGENDA 6203
C70 / C700 / C800 / A800 / ASTEA WIN 6203


Camshaft
-      
-          Revo 6904/6001Z
-          JupiterZ 110 6003 / 6002Z
-          Zupiter Z 115  6003 / 6002Z
-          Nuvo / Mio 6904/6002
-          MX / 6906 / 6001Z
-
KODE BEARING RODA DEPAN

MOTOR BEBEK
6301 Generasi Astrea Grand, Supra X, dan Legenda, Suzuki Satria CW 120 dan Satria F-150)
6201 Supra Fit sampai Karisma 125)
6300 Dipakai di satu sisi generasi Suzuki Tornado, Shogun 110-125, Satria 120R dan S, Smash, Generasi Yamaha F1-Z, JupiterZ Jupiter MX 135LC, Vega, Kawasaki Kaze, Blitz, dan ZX130
6200 Dipakai di satu sisi generasi Suzuki Tornado, Shogun 110- 125, Satria 120S dan 120R

MATIC
6201 Honda Vario
6300 Suzuki Spin, Yamaha Mio, Nouvo

MOTOR SPORT
6301-RS1 Honda GL Max, GL100, GL-Pro, GL Pro Neo Tech, Mega Pro, GL Max Neo Tech, NSR150, Tiger 2000, Honda Win, Suzuki Thunder 125
6301-2RS1 Honda Tiger C/W
6301-Z Yamaha YT115
6300-Z Suzuki A100
6300-RS1 Suzuki RGR150
6201-RS1 Suzuki TS125 (sebelah kiri)
6201-Z Suzuki TS125 (sebelah kanan)
6302-Z Suzuki Thunder 250
6202 Yamaha RX-King, RX-Z, RZ-R, Kawasaki Ninja, Ninja R C/W,
6202-Z Yamaha RX-S

BEARING RODA BELAKANG

BEBEK
6201-RS1 Honda Supra Fit, Karisma, Kirana, Supra X 125
6201 (sebelah kiri dalam) Suzuki Bravo, Shogun 110, Shogun 125, Satria R, Smash (full chain case), Tornado, Satria F-150
6201-Z (bagian kiri luar) Suzuki Bravo, Shogun 110, Shogun 125, Satria R, Smash, Tornado GS, Satria F-150, Kawasaki ZX130
6300-Z (bagian kiri luar), Tornado GX
6301-Z (bagian kanan), Suzuki Bravo, Shogun 110, Shogun 125, Satria R, Smash, Tornado GS atau GX, Satria F-150, Kawasaki ZX130
6301-RS1 Honda Supra Fit, Astrea Grand, Astrea Star, Karisma, Kirana, Legenda, Supra, Supra X, Supra X 125, Yamaha F1-Z atau ZR, Sigma, Crypton, Vega, Jupiter-Z, Jupiter MX 135 LC
6301-Z Yamaha F1-Z atau ZR, Sigma, Crypton, Vega, Jupiter-Z, Jupiter MX 135
6202-Z Generasi Kaze dan Blitz
6302-Z Generasi Kaze dan Blitz

MOTOR SPORT
6302-RS1/MT Honda GL-Max dan GL- Max Neo Tech, GL100, GL-Pro dan Pro Neo Tech, Mega Pro
6202-RS1/MT Honda GL-Max dan GL-Max Neo Tech GL-Pro dan Pro Neo Tech
6203-RS1/MT Honda NSR150 dan Tiger 2000, Yamaha RX-125,
6301-RS1/MT Honda Win, Yamaha RX-King
6201-Z/C3MT (kiri) Suzuki A100 6202-Z/C3MT (kiri) RGR150, TS1256202-RS1/C3MT (kiri) Suzuki Thunder 2506302-Z/C3MT (kiri-kanan) Thunder 1256301-Z/C3MT (kanan) Suzuki A1006302-RS1/C3MT (kanan) RGR150, TS125, Thunder 2506202-RS1/MT Yamaha Scorpio6202/MT Yamaha YT115, RX-King, RX-Z, RZ-R
6202-Z/MT Yamaha YT115, RX-Z, RZ-R
6202/C3MT Kawasaki Ninja, Ninja R/CW
6302-Z/MT Kawasaki Ninja, Ninja R/CW

Keterangan :
1. RS = Rubber seal (bearing ditutup sil atau karet)
2. Z = Bearing ditutup pelat
3.2RS  = Double rubber seal ( tertutup depan belakang karet )
4.2Z.= Double pelat ( tertutup depan belakang dengan seng )
5.C = Clearnce Ball Bearing  (kerenggan antara bola bering dan Bantalan bering) semakin besar angka di belakang C maka semakin besar tingkat kerenggangannya contoh C3,C4,C5
6.MT (Medium Temprature) = Menunjukan Tempratur

Umumnya pada bering mesin balap memiliki kerenggangan yang cukup besar seperti C5 ...agar ball bering pada saat memuai tidak / macet....di karenakan mesin balap selalu bekerja pada rpm dan temperatur yang tinggi..... untuk mendukung performa bering tersebut agar lebih maksimal penggunaan oli harus di sesuaikan dengan kebutuhan....

Jika kawan-kawan ada yang mengetehui jenis kode beringn lainya...agar bermanfaat bagi kawan-kawan lainya ... silahkan tambahkan pada kolom komen Blog....semoga bermanfaat terima kasih


Berita terkait :

Gabung juga di Grup I B L J Komunitas Drag Bike Indonesia

Selasa, 09 April 2013

Tip's Memilih Aplikasi stang seher standar untuk Stroke Up

Stang Seher/Piston Standar
Ngemengin masalah Stroke Up tentunya tidak lepas dari Stang sehernya....Stroke Up bagi kalangan Dragster merupakan ritual wajib untuk di gunakan.... so kalo cuma masi mengandalkan Stroke Standarnya tentunya masi kurang meyakinkan untuk bisa WUZZZZ kenceng....namun banyak masalah yang timbul pada pengaplikasian part untuk stroke up Khususnya stang seher  jika tidak menggunakan perhitungan yang matang.....alhasil jajan lagi-jajan lagi hehe....kalo sudah stang seher putus biasanya 50 % dari komponen mesin lainnya harus di ganti bahkan bisa jadi semuanya......karna stang putus memiliki impac yang cukup besar bagi komponen-komponen lainya....Cekidot gambar di bawah....

Efek Stang Seher Putus
Beberapa penyebab stang seher putus adalah.....pengaplikasian piston yang terlalu besar yang tidak sebanding dengan kekuatan dari stang sehernya....power mesin yang terlalu besar tidak di imbangi dengan kekutan komponennya....mapping pengapian yang terlalu Advance dll.....nah dari pengalaman tersebut tentunya teman-teman sebenarnya harus bisa menganalisa lebih jauh apa yang harus di lakukan....?
Kruk as yang telah di modifikasi / Stroke Up
Karna kita bukan orang pabrikan yang mengetahui jenis material dan tidak mengenal proses pembuatanya seperti apa ....yah terpaksa kita menggunakan cara awam untuk menganalisa penggunaan stang seher yang kuat melalui data spesifikasi motor.....yang perlu kita ketahui terlebih dahulu pada kekuatan stang sehernya adalah......Power standar motor yang akan kita gunakan stang sehernya sebagai bahan stroke up....Contoh stang seher Rx king......Power motor Rx king memiliki kekuatan standar Kurang lebih 18 HP Sewajarnya kita masi dapat maksimalkan pada batas aman 5-8 HP lagi dari kekuatan standarnya jadi 18+8 = 26 Hp ...mau maksa lagi si bisa tapi resiko di tanggung sendiri ya.....

Stang Seher/Piston
Nah dari hal tersebut kita bisa menyimpulkan sendiri jika kita ingin mengaplikasikan stang seher motor Rx king pada motor bebek atau matik 4 tak yang memiliki tenaga standar di bawah 10 Hp...tentunya sangat di anjurkan mengganti dengan stang seher yang memiliki basic power mesin yang lebih besar dari stang seher standar jika ingin melakukan stroke up apalagi yang sekalian bore up gila-gilan......so jika nanti motor bebek atau matik yang telah di up grade mengalami peninggkatan Hp tentunya memiliki batas aman Hp yang cukup jauh......Kalo nanti pada pengaplikasiannya harus menggunakan Pakin tebal sebagai penyesuaian.....Tentunya sudah menjadi konsekwensi kawan ....mau aman tapi menggunakan paking tebal atau memilih satang seher hanya mencari ukuran panjangnyan saja tanpa mempertimbangkan kekuatanya untuk di buat nol paking ......yah silahkan di pertimbangkan sendiri deh.....Tanpa bermaksud untuk menggurui dan Kurang lebihnya mohon maaf semoga bermanfaat.

Berikut ini Data spesifikasi Power mesin motor standar yang teman-teman dapat jadikan sebagai bahan patokan.
  • Rx King = 17,7 Hp 
  • Rx Special = 15.2 Hp
  • Rxz = 19,7 Hp
  • Ninja R = 29,5Hp
  • Ninja RR = 29,5Hp
  • Suzuki TS 125 = 13 Hp
  • Yamaha V80 = 6,7 Hp
  • Yamaha F1ZR = 10,5 Hp
Berita terkait :

Gabung juga di Grup I B L J Komunitas Drag Bike Indonesia

Selasa, 05 Maret 2013

CARA APLIKASI SENSOR OXYGEN (AFR)

I. TEHNIK PEMASANGAN OXSIGEN SENSOR (AFR)



Oxygen sensor  (OS) dikenal juga sebagai LAMBDA sensor atau AFR Sensor.
Oxygen Sensor berfungsi untuk mengetahui kandungan oxygen pada gas buang hasil pembakaran .

 Hasil  pembacaan biasanya ditetapkan dalam bentuk perbandingan, sbb :

Udara : Bahan Bakar   =  13 : 1        (Contoh)
Berdasarkan Analisa Stokiometri bahan bakar, Campuran bahan bakar di sesuaikan dengan keperlua pemakaian sbb:
- Emisi rendah (euro4)                    Perbandingan      AFR             14.7 : 1
- Ekonomis                                     Perbandingan      AFR             14.7 : 1
- Power (Race)                               Perbandingan      AFR             14.7 : 1
II TEKNIK PEMASANGAN



III. PERAWATAN OXIGEN SENSOR
- Ujung sensor tidak boleh terkena air
- Sensor tidak boleh terbentur keras atau terjatuh
- Bersihkan secara berkala setiap 5000km dengan cara di sikat

IV. TIPS  PEMAKAIAN
-  Bila dalam keadaan mesin mati tapi kunci kontak ON, sebaiknya  Saklar ENGINE STOP  di OFF kan,
-  Hal ini  dilakukan agar  ACCU tidak tekor karena  Oxygen sensor  memakai arus  besaran  0.6 Ampere.
-  Arus  dipakai untuk memanaskan Oxygen Sensor, karena Oxygen Sensor  bekerja efektif pada suhu 500°C

Semoga bermanfaat

(Sumber Tomy Huang BRT)

Berita Terkait :  
Gabung juga di Grup Facebook I B L J Forum komunitas drag bike Indonesia

Rabu, 14 November 2012

Bikin tabung Skep Carburator Sendiri



     Mencari Part Karburator untuk yang after Market seperti PE/SP kw1,kw2 Series itu gampang-gampang susah sob...terutama Tabung skepnya yang kebanyakan sering mengalami Over Size atau Oblak dalam Bahasa Yunaninya hehe....Kenapa sering terjadi demikian ...??? wajar saja karna kebanyakan yang mengunakan Carbu ini selalu open filter / tidak menggunakan Boks Filter... jadi debu / pasir dengan mudah terhisap dan menempel di tabung skep sehingga tabung mudah baret dan Oblak deh....kalu sudah begini biasanya karbu sudah tidak berfungsi maksimal...pokoknya macem-macem kendalanya...yang setingannya berubah...motor jadi nyundul-nyundul akibat tabung skepnya nempel terhisap oleh Piston pada saat langkah Hisap dll....
     Sebenarnya Part Kitnya sudah banyak beredar ... tapi umumnya kita harus beli satu paket part kit.... dan harganya pun sama dengan harga 1 buah Karbu yang PE Kw Series .....jadi galaw kan harus gimana...???
Nah untuk itu I B L J coba menawarkan solusi yang mungkin saja sudah umum  bagi sebagian orang... namun I B L J memperioritaskan bagi kawan-kawan yang belum mengetahuinya...

Kali ini kita akan coba membuat tabung Skep Carburator PE Series untuk Venturi 28...Material yang di butuhkan adalah :
1. As Sock Bekas Rx king diameter 30mm ( sesuai dengan Diameter Standar Tabung Skep Carbu 28 Pe Series) dan
2. Albronce
Ke untungan menggunakan Bahan dari As Sock ini karna matrialnyanya yang kuat terhadap gesekan jadi tidak mudah kemakan / Oblak dan bobotnya yang berat membantu menutup gas jadi lebih cepat.... teman-teman Cukup menggunakan barang yang bekas pakai saja bisa cari di tunkang loak atau onderdil bekas jika ingin lebih murah meriah.....


As Sock depan RX king dan albronce
Yang pertama di lakukan adalah memotong Sock As depan Sesuaikan dengan Tinggi Tabung Skep yang asli...


As Sock yang telah di potong

Bikin Koin setebal Kurang lebih 5mm Dari albronce tadi sesuaikan dengan diameter tengan As sock ....untuk mengerjakan pembuatan koin ini memang kita harus membutuhkan bantuan tukang bubut namun untuk yang lainnya Kita bisa mengerjakan sendiri secara manual yuuu lanjut....

Albronce Yang di buat koin

Masukan koin kedalam Potongan As Sock tadi posisikan tinggi rendahnya posisi koin sesuai dengan Tabung Skep standar...Kemudian bor bagian tengah sesuai dengan diameter Jarum skep ....agar jarum skepnya tidak lepas dari dudukannya bisa di buatkan pengancing atau di lem Besi...seperti gambar di bawah


Koin yang sudah terpasang di dalam tabung skep
Tampak atas Jarum skep yang dilem


Bor pada bagian sampingnya untuk dudukan tali gas sesuaikan dengan gambar dari lubang besar menjadi kecil agar tali gas dapat mengunci...contoh gambar di bawah
Dudukan Tali gas


Lalu membuat Jalur tabung skep agar tabung skep tidak bergerak/berputar... bisa dengan menggunakan gergaji besi dari atas kebawah...kedalaman dan lebarnya di sesuaikan kebutuhan perhatikan contoh gambar di bawah


kemudian membuat Stelan gas dan Cut way ......
potong dengan menggunakan Gerinda usahakan berpatokan pada ukuran tabung skep yang asli agar tidak terlalu jauh melenceng dari pakemnya....



Papas bagian Pantat dengan menggunakan Gerinda dengan berpatokan pada ukuran tabung skep yang asli



Cara di atas bisa di terapkan juga untuk carbu Reamer/Spek up ....Tinggal menyesuaikan diameter tabung yang di inginkan...jika ingin mendapatkan Diameter tabung yang lebih besar teman-teman bisa menggunakan As sock depan yang berdiameternya lebih besar dari RX king seperti As Sock tiger diameter 31mm atau Scorpio 33mm..Namun hal ini hanya di recomendasikan untuk Carbu yang telah mengalami Modifikasi/Reamer dengan dameter Venturi yang lebih Besar dari standarnya 28 mm

(Sumber Bengkel Bubut 5 Pendawa)


Berita terkait :

Semoga Bermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung juga di Grup I B L J Komunitas Drag Bike Indonesia


Senin, 29 Oktober 2012

Trik Dial Satria Fu


Sebagian mekanik mengalami sedikit kesulitan ketika mendial/mengukur durasi dan lift Cam mesin satria fu di karnakan segi konstruksi mesin yang kurang mendukung untuk melakuhal tersebut...oleh sebab itu sebagian mekanik banyak yang hanya menggunakan Filling ketika memodifikasi mesin yang satu ini ga ada salahnya si memodifikasi satria fu tanpa dial sah-sah aja kok...tapi alangkah baiknya jika kita bisa menggunakan alat dial ...agar lebih spesifik dan akurat untuk menentukan Sepk yang kita inginkan...tidak banyak orang yang ingin membagi-bagi tips seputar mesin dengan cuma-cuma...tapi untungnya admin I B L J mempunyai teman-teman yang baik hati yang mau berbagi dengan I B L J dan kawan-kawan semua....sebelum kita membicarakn orangnya kita langsung aja bahas tips trik untuk mendial satria fu

Bagi mekanik Jogja ini teryata untuk mendial cam fu masih ada ruang untuk memasang dial tersebut ...tapi harus mengalami modifikasi berikut langkah-langkahnya:

1. CAM.....Buatlah coakan membulat dibagian Cam yang mau di lalui jarum dial perhatikan gambar di bawah ini

Cam Satria fu yang di Coak

Seberapa besar coakan tersebut sesuiakan dengan diameter jarum yang akan melaluinya....Tujuannya dibikin coakan adalah agar jarum dial memiliki ruang sehingga ketika kem diputar tidak bersentuhan dengan jarum dial.
2. Cangkang.... buatlah coakan dibagian cangkang ini.dengan diameter dan kedalam menyesuaikan kebutuhan...perhatikan gambar




3.Atur sedemikian rupa dudukan/pegangan dial,agar bisa terpasang seperti ini



4. Selesai deh proses pemasangan dialnya.... tinggal pasang busur derajatnya di bagian krug as.


Untuk mempermudah proses Dial alangkah baiknya bikin dudukan mesinnya...murah kok sekitar 50rb sudah jadi,dari pada bingung mau diletakkan dimana mesinya berikut ini contohnya :

Dudukan mesin Satria Fu

Nah mudahkan
Tinggal ukur tuh berapa durasi dan lift Cam
SELAMAT MENCOBA









Penulis : Londo Trb

Berita terkait :

SemogaBermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung juga di Grup I B L J Komunitas Drag Bike Indonesia
 

Senin, 20 Agustus 2012

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor



Bagi para pengguna sepeda motor khususnya yang memakai pengapian DC, alat ini dapat membantu menyempurnakan pembakaran sehingga lebih responsif dan akselerasi lebih mantab.Alat ini berfungsi meningkatkan/memperbesar pengapian serta mampu menstabilkan pengapian sepeda motor yang menggunakan pengapian arus DC.Karena listrik pengapian DC stabil dan lebih besar, menghasilkan percikan api pada busi lebih besar sehingga mampu mendongkrak tenaga dan pastinya lebih hemat BBM.

Keuntungan pemakaian alat ini adalah :
1. Tenaga mesin bertambah (akselerasi/tarikan lebih ringan)
2. Torsi mesin bertambah.
3. Pembakaran lebih sempurna.
4. Ruang bakar menjadi bersih.
5. Mengurangi emisi gas buang.
6. Suara mesin lebih halus.
7. Mesin menjadi awet & tahan lama.
8. Starter lebih mudah.
9. Irit bensin
10. Suara klakson lebih keras.
11. Lampu-lampu lebih terang.
12. Tidak merusak komponen pengapian & mesin.
13. Kelistrikan motor menjadi stabil.
14. Umur aki dan CDI lebih panjang.
15. Bisa dipasangkan dengan CDI racing.

Komponen inti dari alat ini adalah capasitor/elco yang berfungsi sebagai penyetabil arus dan penyimpan muatan yang menuju CDI DC. Para penggemar otomotif sudah tidak asing lagi dengan capasitor bank. Capasitor bank sering dipakai dalam perangkat audio mobil yang berguna sebagai penyimpan muatan listrik dari accu supaya arus yang mengalir menuju perangkat audio mobil lebih mantab. Alat sebenarnya capasitor bank yang nilainya lebih kecil dari capasitor bang yang beredar dipasaran. DC boster pengapian dc sudah beredar di toko-toko variasi motor dengan harga 100 ribuan dengan indikator lampu yang menarik. Kalau kita kreatif kita dapat membuat sendiri dengan harga yang relatif murah dan lebih handal dari pada produk yang ada dipasaran. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat gambar dibawah ini :


Gambar skema DC Boster.


Komponen yang dibutuhkan :
-  R1.3,3K.
- Led warna Merah.
- 5 Buah Capasitor 2200Mf/35V > untuk hasil yang maxsimal Kita dapat mengganti nilai capasitor menjadi 6800Mf/35V. 

Cara pemasangannya  yaitu :

- Jalur huruf A dihubungkan pada positif CDI DC.
- Jalur huruf B dihubungkan dengan negatif accu atau dihubungkan dengan masa(body).Saat kunci kontak
   pada posisi ON maka lampu led akan menyala.


Berikut ini adalah isi sebuah boster jika di buka


Gambar isi dari DC Boster
.

Gambar DC Boster menggunakan indikator Seven Sigmen.



gambar isi dari DC Boster.
CARA PEMASANGAN:

DC BOOSTER mempunyai 3 kabel. Yaitu: merah, hitam & kabel ground berwarna hitam.* Untuk keamanan selama pemasangan, lepas dulu kabel negatif (-) aki yang berwarna hitam.* Kabel merah DC BOOSTER dipasang pada terminal positif (+) aki.* Kabel hitam DC BOOSTER dipasang pada terminal negatif (-) aki.* Kabel hitam tambahan adalah kabel ground (ground wire). Dipasang dari terminal negatif (-) aki menuju ke ground/chasis motor.* Apabila hasil yang diperoleh kurang maksimal, bisa ditambah 1 DC BOOSTER lagi dengan cara dipasang paralel di aki.* Letakkan DC BOOSTER di tempat yang tidak terjangkau oleh air.* Untuk memperoleh hasil yang lebih bagus: ubah setting karburator.sesuai dengan kebutuhan atur Jarak gap / kerenggangan elektroda busi * Kondisi motor / mesin dalam keadaan sehat.



yang ingin memilikinya bisa pesan di sini klik

CDI BOOSTER ZONA 13 
ATAU
BOOSTER 25 SPEED


Mengenal CDI lebih dekat 
 
Memahami waktu pengapian motor standar dan balap

Download buku petunjuk Cara seting CDI REXTOR

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor

Sitem Pengapian CDI - AC

Sistem Pengapian CDI-DC

Sudut = Derajat

Pulser positive dan Pulser negative

CDI Programmable Cheetah Power

CDI RACING PREDATOR 

semoga bermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung juga di Grup Facebook I B L J Forum komunitas drag bike Indonesia

Rabu, 15 Agustus 2012

Satria FU meggunakan bearing di CAM





Mesin Satria Fu dirancang memberikan performa dahsyat di rpm tinggi. tetapi tidak semua kontruksi dan material standar FU dirancang untuk rpm tinggi..... salah satunya adalah sistem jalur pelumasan dan jurnal atau dudukan gerak cam FU.

Menurut mas Londo Punggawa TRB Motor, Kalasan, Sleman-DIY, jalur pelumasan ke cam bawaan FU kurang bagus untuk rpm tinggi...... Jalur masuk oli ke cam datang dari sisi samping jurnal (dudukan cam). Padahal cam yang berputar, berarti ada efek sentrifugal yang menghambat oli masuk ke lengah as cam...

Efek sentrifugal pada rpm tinggi jelas turut membesar. Berarti hambatan oli memasuki bagian tengah as cam makin membesar. Suplai oli ke nok atau profile cam dan jurnal cam berikutnya (dimulai dari jurnal sisi kanan, ke jurnal tengah dan sisi kiri) jelas menurun. Pelumasan rawan menjadi drop pada rpm tinggi.

Sedang soal tumpuan cam FU. Gerak cam FU standar ditumpu pada jurnal berbahan aluminuim alloy. Di jurnal ini tidak ada bearing atau metal jalan pun ga ada........ Artinya hanya mengandalkan lapisan film oli dan bahan dari kontruksi jurnal pada head dan cangkang FU (setengah bagian dari pengikat cam FU)


Nah, dari situlah mas Londo yang nama KTP-nya Agus Ernawan berfikir untuk untuk memasang bearing (needle roller bearing) di jurnal kiri dan kanan. Efisiensi mekanis jelas meningkat karena berkurangnya nilai gesekan untuk mengerakkan cam FU.

Lewat tumpuan roller bearing yang punya nilai koefisien gesek lebih rendah. Bahkan dibanding tipe bearing non roller. Gesekan atau kerugian mekanispun berkurang. Tentu saja hal ini akan membuat gerak cam pun menjadi lebih stabil.namun pemasangan needle roller bearing atau laher jarum yang dilengkapi casing ini menutup lubang dan got pelumasan di jurnal cam.
Nah, sekalian aja jalur oli dirubah. Melewai tengah as cam, macam pelumasan cam mesin bebek lainya sperti jupiter.
Sebagai praktek, Mas Londo menerapkanya ke head dari Suzuki satria FU berjuluk DEN BAGUS (FU 200cc spek turing bertenaga 30,8Hp) milik Wildan Zuhdi yang menjabat sebagai Sekretaris Ssfc Pengda Bangka Belitung.
Motor Satria FU Den Bagus ini pernah menjadi Head Line news di Tabloid otoplus pada Edisi Tahun IX September 2011

Berikut adalah Komponen-komponen yang di gunakan :


Gambar 1. Needle roller bearing




Gambar 1. Needle roller bearing

Gambar.2
ukuranya menyesuaikan diameter dalam laher agar bs terpasang di cam. Tak lupa hasil bubutanya dihardening agar as cam yang dibubut tidak mudah aus...... Proses hardening dan bahan yang dibutuhkan tak beda dengan proses hardening pada ujung batang klep setelah potong batang klep. Karena proses hardeningnya diujung, jadi relatif aman dari kemungkinan cam kemakan...
Gambar. 3
Begitu laher bisa terpasang, jalur oli standar gak bisa digunakan lagi karena tertutup dan membentur casing laher. Modifikasi dilakukan dengan mengarahkan oli keatas, naik ke cangkang cam. Dibuatkan lubang baru dwngan diameter 3 mm. Setelah naek, oli kemudian diarahkan keluar

Gambar.4
 Setelah masuk dr lobang tadi, lalu Oli keluar dari lubang ini

Gambar. 5
Pelat tambahan. Oli yg mengalir keluar cangkang langsung ditemukan dengan lubang di pelat tambahan. Pelat ini punya ketebalan 5 mm. Dan diameter luabng dan saluranya 3 mm. Lubang di pinggir pelat ini menampung oli dan kemudian diarahkan ke lubang yang bertemu dengan as cam. Bagaimana oli itu bisa keluar dari lubang tengah itu? Ada saluran penghubung didalam pelat...... Mas Londo membuatnya dengan mengebor tegak lurus antar 2 lubang tadi. Bekas lubang disisi pelat sebagai awal pengeboran lantas ditutup dengan campuran lem besi atau tambalan timah hitam atau bronze...

Gambar.6

Agar mudah dimengerti, kita bisa melihat pelat tambahan ketika dipasang di cangkang/ rumah cam. Untuk mengikat pelat ke cangkang, dibutuhkan pula 2 baut pengikat rumah CAM

Gambar. 7
  Pelat tambahan yang sudah terpasang di cangkang/ cangklong





Gambar.8
Sambungan. Agar oli masuk sempurna ke lubang tengah as cam, lubang dari pelat tambahan butuh ditambah mekanisme penghubung. Bahan sambungan dipilih dari bahan kuningan yang punya sifat tahan gesek. Konbtruksinya butuh per penekan agar hubungan antar lubang bisa lebih pasti dan paten




Video suara mesin Satria Fu menggunakan Bearing pada CAM



Satria Den bagus yang sudah menerapkan cam with bearing. Hasilnya, suara mesin lebih halus dari sebelumnya. Tarikanpun terasa lebih enteng. Pokoknya mantap, joss guandhos...apalagi pas dirpm lebih tinggi suara mesinya mirip suara mesin special engine...


Penampakan head yang sudsh terpasang cam dengan bearing


Demikian catatan ini dibuat dengan tujuan ingin berbagi kepada rekan-rekan semua. Semoga bermanfaat...Salam gaspoll dari Satria Den Bagus dan Suhu Londo TRB, Sang pawang mesin Den Bagus dari padepokan TRB Motor dari lereng Gunung Merapi Ngayogjokarto Hadiningrat...



Semoga Bermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung Juga Di Grup I B L J Forum Komunitas Drag Indonesiahttps://www.facebook.com/groups/325424470851397/

Jumat, 10 Agustus 2012

Menganalisa kesalahan mesin Dengan Mikro Ignation

Sering kali kita jumpai waktu kita melakukan modif mesin,terutama untuk memodif mesin kemampuan tinggi,salah satu yang paling kita takuti atau musuh utama mesin adalah DETONASI,Pengertian detonasi secara umumsudah pernah di ulas di halaman sebelumnya.....





Untuk mengeset sebuat mesin performa tinggi terutama unutk  balap....yang segala sesuatunya sudah kita ukur sesuai prosedur tune-up,seperti rasio kompresi,oktan bahan bakar,derajat pengapian dsb,kadang hasil akhir tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan seperti,power band yang sempit....mesin yang larinya seperti kodok yang cuma melompat-lompat doang.....tapi mulai rpm tengah dan atas power langsung drop....
Hal ini akan memberi efek pada mesin yang berakibat; mesin cepat panas,piston baret,kalau parah ya piston pecah,stang piston bengkok/patah,apalagi klepnya.......Wasalam......



Nah sebenarnya apanya sih yang kurang........padahal semua jelas terukur.....Disinilah misterinya,....... yaitu micro ignition atau pengapian cuuuuiiiilik ...kecil sekali,jangan anggap remeh api yang ini ya,karena disaat dimana rasio kompresi yang tinggi,api yang sangat kecil ini akan menjadi malapetaka,

Trus... apaan sih yg menjadi penyebab mikro ignition itu???? Ni ada sumbangan jawaban dari teman-teman diskusi saya : 
  • Bambang Aruman : Akibat shape atau bentuk profil ruang bakar, yang kurang sesuai bisa bikin detonasi juga kali ya.Misal hasil coakan piston yang masih tajam atau hasil bubutan kubah yang ga di champer.
  • Buddy Movix : kira2 kalaw dari desain ruang bakar,piston n coakan klep gmn om? Shgga disitu menimbulkan titik panas ato hot spot atau pocket combustion yangg mengacaukan pengapian
  • Andre Ws : Sudut Relief coakan klep, sudut-sudut  mati di ruang bakar juga mbikin pre ignition
Terima kasih ya mas Bambang,Mas Buddy dan mas Andre.............

Tapi masih ada satu lagi yang menurut pendapat saya sangat vital yaitu klep.....loh kok bisa?...hal ini adalah sejauh pengamatan saya...jadi tidak menutup kemungkinan faktor x yang lainnya...




Sering kali yang tidak kita perhatikan adalah saat kita mengganti klep,dengan mengaplikasi menggunakan klep besar........otomatis seating valve juga ikut  diganti...... nah apabila dalam pengerjaanya kurang presisi atau miring maka buka tutupan klep tidak akan serempak .....ini  bisa jadi pemicu mikro pengapian....kususnya pada klep in,karena disitu baru saja dilewati bahan bakar yg masih segar...


itu analisa yang pertama.

Yang kedua yaitu kem : Umunya biar power maksimal biasannya lift klep dibikin setinggi-tingginya,alhasil ketika klep menutup di rpm tinggi klep seperti dibanting sekerasnya di seating klep, keadaan semakin runyam manakala per klep juga diganti yang lebih keras......gawat deh.......


Hal itulah  yang jarang kita sadari pada pada saat modifikasi mesin....... maklum karena di mesin gak dilengkapi black box seperti sukhoi.......walaupun ada mesti nunggu setahun buat dianalisa......hehehe

Trus gimana solusinya ya?

1.seperti yg dibilang teman2 diatas yaitu hindari sudut-sudut mati didalam ruang bakar,seperti  di area seating valve dirapihkan di buat camber,coakan piston yg tajam diamplas atau dituner,pokoknya hindari ada sudut mati.




2.Kem
gak masalah lift dibikin tinggi asal ketika klep mau nutup dibikin stoper,logikannya ketika klep mendekati seating,coba gerakannya dibikin lambat,sehingga tidak langsung membentur setting.....caranya di RAM kemnya dibikin minimal 30 derajat diukur dari mulai 1mm angkatan dan sampai menutup.....dengan teknik ini ada banyak manfaatnya selain  meminimalisir mikro ignition, seperti  klep,setting,kem jadi awet,dan mesin jg jadi halus.
namun tentunya untuk membuat kem kayak gini gak semudah yang anda bayangkan,karena gak cuma berapa durasi dan lift saja,tapi harus memperhatikan profil kem dan RAM kemnya.

Selamat mencoba......

Penulis : Londo Trb












Semoga bermanfaat

TERIMA KASIH

FU TSR Vs MX TEKNO TUNER Sentul 31 maret 2014

Ninja TPZ VS Ninja D2M 7 Maret 2014 Win : TPZ

MX Hawadis VS Nija 250 WIn : Ninja 250 Sentul 12 Juni 2013

Pengikut

Popular Posts