rs1

Info Balap Liar Jakarta

Info Balap Liar Jakarta
WE ARE DRAGSTER NOT GANGSTER)......Pemesanan jaket I B L J di nomer : 0896 7696 5222 (rendy)......Perkopling Racing JFK mencari distributor Luar daerah Hub:089670261768 pin : 24d2d8c7......Pemasangan Iklan Hub: Email infobalapliarjakarta@yahoo.com......WE ARE DRAGSTER NOT GANGSTER

Hasil rsce 5 oktober 2015 Ninja (Tekno Tuner) Vs Nova Dash (D2M) Win : Ninja Tekno Tuner

Tampilkan postingan dengan label ILMU Korek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU Korek. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2015

Tip's membuat permukaan piston dengan flow water



       Kalo ngebahas soal mesin di I B L J sudah pasti bukan ngebahas mesin-mesin dengan spek standar ....anak-anak I B L J udah pasti anak-anak yang over kreatif yang gak puas dengan karya insinyur-insinyur jepang....walaupun berbekal dengan pengalaman ototdidak kegilaan dan keberanian bereksperimen tidaklah pernah berhenti di tempat kalo belum liat motor bisa terbang-terbangan betulkan....? nah untuk menambah pengetahuan kawan-kawan agar lebih memaksimalkan korekannya I B L J memberi tips simple dean sederhana yang setiap orang bisa lakukan sendiri tanpa menggunakan alat mahal....Video tips ini I B L J dapatkan dari salah satu fanpage yang berkecimpung pada piston-piston yang di desain untuk balap....silahkan di simak kawan semoga bermanfaat.



Jumat, 24 Oktober 2014

Jasa Reamer Carbu Mio standar jadi 28 skep 32-34 mm


 Proses Reamer Carburator Mio
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya kelas liaran mio banyak sekali speknya ......aturanya pun macam-macam diantaranya :
1. 58 klep standar 90 % Komponen standar Modif
2. 58 Klep Bebas 70% Komponen standar Modif
3. Slembaran 50% komponenya standar Modif

       Dari semua Spek tersebut diwajibkan menggunkan Carbu standar (modif) untuk itu dengan berbagai cara agar lebih unggul dari lawan-lawanya...jurus ampuh yang paling jitu salah satunya itu modif Carbu atau istilahnya reamer carburator standar...dimana meperbesar semua jalur-jalur yang ada pada carbu diantaranya memperbesar Skep,Koin dan lubang Ventury......semua itu di bela-belain semata-mata untuk mengikuti aturan main yang berlaku masih tetap menggunakan bawaan standar...namun masalahnya reamer Carbu itu tidak mudah...butuh jam terbang pengalaman dan keahlian dalam mengoprasikan mesin bubut sebagai salah satu alat bantu modifikasi Carbu tersesbut.....salah-salah reamer karbu susah di seting...motor gak mau lari alhasil carbu original mio seharga 500-600 di pasaran jadi tumbal dan berakhir di tong sampah.....

 
 Carbu mio reamer dengan Velocity (Modif)

 
Carbu mio reamer dengan Velocity (Modif)

 Carbu mio reamer dengan tabung  skep besar dan Velocity


       Untuk memenuhi kebutuhan para- peminat carbu reamer tak banyak bengkel bubut yang menyediakan jasa sepesial untuk reamer carbu........karna untuk reamer carbu ini butuh ketelitian dan waktu yang ekstra jadi gak bisa sembarangan....makanya jasa reamer hanya di lakukan oleh bengkel-bengkel bubut tertentu saja itu sebabnya jasa reamer carbu ini tergolong mahal sekitar 300-500 ribuan untuk jasanya saja mengingat proses pengerjaanya yang begtu rumit....Hary Speed yang berlokasi di Lingkungan Sampora RT01/RW10 No. 18A Cibinong-Bogor 16911 menawarkan jasa pembuatan Carbu reamer yang cukup berani dan menjamin reameran carbu mionya mudah diseting dan dapat distel langsam....berikut adalah beberapa hasil contoh pengerjaan dari bengkel Harry Speed


Tampak depan carbu mio reamer dengan ukuran Skep dan ventury berbeda

Ukuran Ventury yang telah di perbesar

 
Tabung Skep mio dengan Ukuran Besar 28,32,33,34 mm


Tampak atas Carbu Reamer Mio denganukuran skep berbeda

Tampak atas Carbu Reamer Mio dengan Velocity


Bagian dalam Carbu mio reamer


Tampak Samping carbu mio setelah di reamer


Tampak depan carbu mio setelah di reamer

Tampak depan carbu mio dengan skep besar setelah di reamer


Tampak belakan carbu mio dengan koin lebih besar setelah di reamer


Kalo udah pada gak sabar pengen jajal bikinan harry speed cepetan deh kontek nomer di bawah ini
Contak person : 
081804999866, PIN:28247F43

Selasa, 18 Juni 2013

Mencari Batas aman RPM mesin Bore up dan Struk up



Berbicara motor korekan,drag atau liaran... jangan di tanya lagi soal putaran mesinya....kalo bisa sih setinggi-tingginya jika mesin mampu berteriak....apalagi anak liaran yang penting gaspoll dulu ga perduli motor sanggup atau tidak ujung-ujungnya jajan lagi-jajan lagi....hehehe kebanyakan si seperti itu...nah pola pikir seperti itu kalo bisa di hilangkan...sekarang jamanya informasi by data....jadi jika kita telah mengalami kesalahan ...kita cari dong solusinya jangan terus-terusan mengulangi kesalahan ok....kalo motor standar dari pabrikan sih udah di tentuin limiter rpm, bore dan strokenya ....jadi sudah pasti aman kalo di geber trus-trusan mesinnya.....


Nah sekarang bagaimana kalo mesin motornya sudah di modif abis-abisan...dari bore up struk up sampai mengganti cdi dengan yang limitnya lebih tinggi bahkan sampai non limit....???? bagaimana cara kita mengetahuinya kalo mesin yang udah kita korek tersebut masih dalam tahap aman.....??? bukan bermaskud untuk menggurui nih sob....IBLJ hanya menyapaikan cara yang sudah ada namun dengan penyampain yang berbeda...masih menganut rumus lama untuk mencari batas aman rpm mesin terhadap mesin korekan kawan-kawan semua.... apa lagi yang spek mesinya uda bebasan...yang sehernya segede-gede gaban dan strukan setinggi tiang listrik ups.....


Mungkin sebagian dari  kawan-kawan sudah tau atau ada juga yang tidak.....bahwa piston memiliki kecepatan Ideal atau Piston Speed (PS)  pada angka 21 meter/ detik atau = (21m/s) pada mesin Standar ...artinya jika kecepatan piston bergerak di atas angka 21m/s dapat di pastikan piston akan rawan jebol ...harap di ingat ini piston Speed " IDEAL " artinya masi bisa kurang atau lebih simak tabel piston speed bErikut.
Sumber  http://hpwizard.com

Dan cara untuk menghitung Kecepatan Piston Kendaraan di dapat dengan Menggunakan Rumus:
( 2 x Stroke (dalam satuan meter)  x Rpm)/60

Keterangan :
- Angka 2 merupakan gerak naik turun piston saat mesin berputar 1 x putaran penuh.
- Stroke / langkah piston  (satuan ukuran langkahnya di rubah dari milimeter ke cm)
- RPM mesin yang ingin di tentukan batas amanya.
- 60 adalah  RPM (Rotari per Menit) di rubah menjadi Detik (second) 1 menit = 60 detik

Karna  pada ulasan ini mencari batas aman untuk itu IBLJ menggunakan angka 21 m/s sebagai limit ideal piston speednya karna kebanyakan motor-motor yang kita oprek dan komponen partnya memiliki basic mesin standar ...tentunya biar tidak menyesatkan para pembaca dan terjadi mal praktek pada mesin anda hehe....Namun jika teman-teman tetap mau berpatok pada tabel di atas pun monggo/silahkan tapi pajak di tanggung pemenang....hehe

Coba hitung bareng-bareng kawan
1. Contoh mesin bore up yang paling umum....Mio 58 nan standar


 Diketahui :
- Stroke standar mio : 57 mm
- Piston bore up : 58 mm (diameter piston tidak masuk dalam hitungan rumus hanya berlaku sebagai keterangan tambahan)
- Batas Rpm yang ingin di tentukan contoh :12000 rpm
Jawab : 
( 2 x Stroke (dalam satuan meter)  x Rpm)/60
2 x 0,057 x 12000 / 60 = 22,8 m/s .....Nah kelewatan angka ideal piston speednya yang seharusnya 21 m/s
Cara mengatasinya bisa menurunkan limit RPMnya jika menggunakan CDI racing programmable ...kalo CDI standar tergantung Limitnya yang di patok oleh pabrikan...namun jika di patok di bawah 11.000 rpm di rasa masih aman khususnya Spek 58 nan Standar karna angka yang di dapat adalah :
2 x 0,057 x 11000 / 60 = 20,9 m/s

2. Contoh motor yang aplikasi mesin Bore up dan Stroke up biar aman yu kita cari Piston Speed Idealnya Contoh motor Satria FU Spek Slembaran atau bebasan


Diketahui :
- Stroke up fu : 55 mm
- Piston bore up : 70 mm (diameter piston tidak masuk dalam hitungan rumus hanya berlaku sebagai keterangan tambahan)
- Batas Rpm yang ingin di tentukan contoh :12000 rpm
 Jawab :
( 2 x Stroke (dalam satuan meter)  x Rpm)/60
2 x 0,055 x 12000 / 60 = 22 m/s .....Nah kelewatan angka ideal piston speednya yang seharusnya 21 m/s Cara mengatasinya bisa limit RPM nya diturunkan jika menggunakan CDI racing programmable atau bisa juga dengan menurunkan panjang strokenya...Contoh  Stroke nya di pendekin menjadi 54 mm maka : 2 x 0,054 x 12000 / 60 = 21,6 m/s

 Biar ga pusing ngitunganya IBLJ nyediain juga Link Piston Speed kalkulator tinggal masukin angkan-angkanya lihat hasilnya akan muncul pada tanda lingkaran merah gambar di bawah

KLIK GAMBAR
 
Kawan-kawan juga bisa menggunakan rumus di atas untuk spek motor lainya dengan data-data angka yang telah di ketahui terlebih dahulu .....Semoga saja Kawan-kawan dapat lebih teliti dalam menganalisa korekan mesinnya masing-masing dalam setiap langkah-langkahnya...Tanpa bermaksud untuk menggurui kurang lebihnya mohon maaf

NB : ada beberapa data dan gambar yang di ralat dari perhitungan sebelumnya terima kasih

(Semoga bermanfaat)

Berita terkait :
Gabung juga di Grup Facebook I B L J Forum komunitas drag bike Indonesia

Minggu, 10 Maret 2013

Software Design Kenalpot 2 tak


Kalo kata tukang insinyur kenalpot motor 2 tak itu menyumbang tenaga motor hingga 60% dan bikinnya juga ga sembarangan ada rumus-rumusnya seperti di buku karangan A.Graham Bell ...kalo ukuran orang awam seperti kita pokoknya ngejelimet-met....nah tapi sekarang sobat I B L J engga usah terlalu kawatir karna I B L J sudah mendapatkan media yang dapat membantu teman-teman agar lebih mudah membuatanya yaitu menggunakan software design kenalpot....software ini didalamnya terdapat kumpulan dari temuan-temuan riset secara teoritis komplit yang di simpan di data bese pada soft ware ini... jadi kurang lebih seperti kalkulator....dia bisa menjawab keinginan reques kita membuat kenalpot berikut hasil potensi out putnya...kita hanya tinggal memasukan angka kriteria kenalpot yang ingin kita buat seperti, Diameter pipa, Kemiringan ,Nilai koefesien ,Bibir header yang dekat dengan exhaust, Jarak tinggi exhaust dari permukaan piston saat TMB, panjang kedalaman exhaust di hitung dari dinding liner ke bibir header knalpot lalu lalu tingga tekan tombol Calculate...tuiiiing keluar deh Bentuk Kenalpotnya...wihhh Mantappp....

Tapi ingat Software ini adalah hanya alat bantu alternatif untuk mempermudah membuat sebuah kenalpot...so tidak bisa 100% hasilnya kita percayakan dan sesuai yang kita harapkan tergantung juga terhadap implementasinya di lapang....ya minimal nyerempet lah 80-90% keakurasianya dari apa yang kita harapkan...dari pada kita harus riset secara manual...rugi waktu dan uang.....Rempong kalo kata si Olga...hehe ...kalo uda ga sabar pengentau caranya seperti apa buruan deh DOWNLOAD dulu dan instal di komputer teman-teman...setelah itu jalanin deh....Semoga bermanfaat buat semua dan maju terus dunia balap indonesia KEEP SPORTIFITAS....

Contoh Tampilan layout SoftWare di komputer





Berita terkait :


Gabung juga di Grup Facebook I B L J Forum komunitas drag bike Indonesia

Jumat, 17 Agustus 2012

Download buku petunjuk Cara seting CDI REXTOR semua type

image
CDI REXTOR

Mungkin banyak dari teman-teman yang kesulitan untuk memperoleh informasi tenteng cara petunjuk untuk menseting CDI REXTOR jadi setiap membeli CDI ini harus minta bantuan lagi kepada orang yang ahli untuk meyetelnya...itu pun kalau ada...kalo tidak ada terpaksa nekat nyeting sendiri tanpa petunjuk wahhh motornya jadi malpraktek deh......tapi tenang mungkin saat ini tidak perlu terlalu risau modal Goceng pergi kewarnet download deh disini........disini hampir keseluruhannya IBLJ sediakan guna mempermudah teman-teman semua setanah air....
untuk memajukan drag bike indonesia bukan hanya di bibir tapi harus ada tindakan nyata inilah salah satunya


SELAMAT MENCOBA

Cara Setting manual CDI REXTOR programmable limited edition :
 http://www.ziddu.com/download/12495439/INSTRUCTIONMANUALPCDIPDF.pdf.html

Cara setting manual CDI Rextor adjustable for Smash :
http://www.ziddu.com/download/12495410/AdjustableCDIManualInstructionSmashV-2PDF.pdf.html

 Cara Manual setting CDI REXTOR Shogun 125 :
 http://www.ziddu.com/download/12495404/AdjustableCDIManualInstructionShogun125V-2PDF.pdf.html

Cara manual setting CDI REXTOR Satria Fu :
 http://www.ziddu.com/download/12495388/AdjustableCDIManualInstructionSatriaFU150V-2PDF.pdf.html

Cara manual setting CDI REXTOR Jupiter Z  :
 http://www.ziddu.com/download/12495369/AdjustableCDIManualInstructionJupiterZV-2PDF.pdf.html

MAPPING CDI REXTOR pro drag:
 http://www.ziddu.com/download/12495704/prodragsetup1.rar.html

MAPPING CDI REXTOR Monster
http://www.ziddu.com/download/12495706/monstersetup.rar.html

MAPPING CDI REXTOR GRM
http://www.ziddu.com/download/12495705/grmsetup.rar.html

MAPPING CDI REXTOR EXTREME
http://www.ziddu.com/download/12495703/xtremesetup.rar.html 


semoga bermanfaat

TERIMA KASIH 

Gabung juga di grup Facebook I B L J  Forum komunitas Drag Indonesia

 

Rabu, 15 Agustus 2012

Satria FU meggunakan bearing di CAM





Mesin Satria Fu dirancang memberikan performa dahsyat di rpm tinggi. tetapi tidak semua kontruksi dan material standar FU dirancang untuk rpm tinggi..... salah satunya adalah sistem jalur pelumasan dan jurnal atau dudukan gerak cam FU.

Menurut mas Londo Punggawa TRB Motor, Kalasan, Sleman-DIY, jalur pelumasan ke cam bawaan FU kurang bagus untuk rpm tinggi...... Jalur masuk oli ke cam datang dari sisi samping jurnal (dudukan cam). Padahal cam yang berputar, berarti ada efek sentrifugal yang menghambat oli masuk ke lengah as cam...

Efek sentrifugal pada rpm tinggi jelas turut membesar. Berarti hambatan oli memasuki bagian tengah as cam makin membesar. Suplai oli ke nok atau profile cam dan jurnal cam berikutnya (dimulai dari jurnal sisi kanan, ke jurnal tengah dan sisi kiri) jelas menurun. Pelumasan rawan menjadi drop pada rpm tinggi.

Sedang soal tumpuan cam FU. Gerak cam FU standar ditumpu pada jurnal berbahan aluminuim alloy. Di jurnal ini tidak ada bearing atau metal jalan pun ga ada........ Artinya hanya mengandalkan lapisan film oli dan bahan dari kontruksi jurnal pada head dan cangkang FU (setengah bagian dari pengikat cam FU)


Nah, dari situlah mas Londo yang nama KTP-nya Agus Ernawan berfikir untuk untuk memasang bearing (needle roller bearing) di jurnal kiri dan kanan. Efisiensi mekanis jelas meningkat karena berkurangnya nilai gesekan untuk mengerakkan cam FU.

Lewat tumpuan roller bearing yang punya nilai koefisien gesek lebih rendah. Bahkan dibanding tipe bearing non roller. Gesekan atau kerugian mekanispun berkurang. Tentu saja hal ini akan membuat gerak cam pun menjadi lebih stabil.namun pemasangan needle roller bearing atau laher jarum yang dilengkapi casing ini menutup lubang dan got pelumasan di jurnal cam.
Nah, sekalian aja jalur oli dirubah. Melewai tengah as cam, macam pelumasan cam mesin bebek lainya sperti jupiter.
Sebagai praktek, Mas Londo menerapkanya ke head dari Suzuki satria FU berjuluk DEN BAGUS (FU 200cc spek turing bertenaga 30,8Hp) milik Wildan Zuhdi yang menjabat sebagai Sekretaris Ssfc Pengda Bangka Belitung.
Motor Satria FU Den Bagus ini pernah menjadi Head Line news di Tabloid otoplus pada Edisi Tahun IX September 2011

Berikut adalah Komponen-komponen yang di gunakan :


Gambar 1. Needle roller bearing




Gambar 1. Needle roller bearing

Gambar.2
ukuranya menyesuaikan diameter dalam laher agar bs terpasang di cam. Tak lupa hasil bubutanya dihardening agar as cam yang dibubut tidak mudah aus...... Proses hardening dan bahan yang dibutuhkan tak beda dengan proses hardening pada ujung batang klep setelah potong batang klep. Karena proses hardeningnya diujung, jadi relatif aman dari kemungkinan cam kemakan...
Gambar. 3
Begitu laher bisa terpasang, jalur oli standar gak bisa digunakan lagi karena tertutup dan membentur casing laher. Modifikasi dilakukan dengan mengarahkan oli keatas, naik ke cangkang cam. Dibuatkan lubang baru dwngan diameter 3 mm. Setelah naek, oli kemudian diarahkan keluar

Gambar.4
 Setelah masuk dr lobang tadi, lalu Oli keluar dari lubang ini

Gambar. 5
Pelat tambahan. Oli yg mengalir keluar cangkang langsung ditemukan dengan lubang di pelat tambahan. Pelat ini punya ketebalan 5 mm. Dan diameter luabng dan saluranya 3 mm. Lubang di pinggir pelat ini menampung oli dan kemudian diarahkan ke lubang yang bertemu dengan as cam. Bagaimana oli itu bisa keluar dari lubang tengah itu? Ada saluran penghubung didalam pelat...... Mas Londo membuatnya dengan mengebor tegak lurus antar 2 lubang tadi. Bekas lubang disisi pelat sebagai awal pengeboran lantas ditutup dengan campuran lem besi atau tambalan timah hitam atau bronze...

Gambar.6

Agar mudah dimengerti, kita bisa melihat pelat tambahan ketika dipasang di cangkang/ rumah cam. Untuk mengikat pelat ke cangkang, dibutuhkan pula 2 baut pengikat rumah CAM

Gambar. 7
  Pelat tambahan yang sudah terpasang di cangkang/ cangklong





Gambar.8
Sambungan. Agar oli masuk sempurna ke lubang tengah as cam, lubang dari pelat tambahan butuh ditambah mekanisme penghubung. Bahan sambungan dipilih dari bahan kuningan yang punya sifat tahan gesek. Konbtruksinya butuh per penekan agar hubungan antar lubang bisa lebih pasti dan paten




Video suara mesin Satria Fu menggunakan Bearing pada CAM



Satria Den bagus yang sudah menerapkan cam with bearing. Hasilnya, suara mesin lebih halus dari sebelumnya. Tarikanpun terasa lebih enteng. Pokoknya mantap, joss guandhos...apalagi pas dirpm lebih tinggi suara mesinya mirip suara mesin special engine...


Penampakan head yang sudsh terpasang cam dengan bearing


Demikian catatan ini dibuat dengan tujuan ingin berbagi kepada rekan-rekan semua. Semoga bermanfaat...Salam gaspoll dari Satria Den Bagus dan Suhu Londo TRB, Sang pawang mesin Den Bagus dari padepokan TRB Motor dari lereng Gunung Merapi Ngayogjokarto Hadiningrat...



Semoga Bermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung Juga Di Grup I B L J Forum Komunitas Drag Indonesiahttps://www.facebook.com/groups/325424470851397/

Sabtu, 04 Agustus 2012

Kumpulan Data Kurva Derajat Pengapian Motor Balap



Walau data ini sedikit agak Usang yang di dapat dari Tabloid Motor Plus edisi 2006-2007 namun sekiranya bisa menjadi patokan teman-teman dalam mengembangkan motor balap...apalgi hasil riset pengapian ini di dapat dari mekanik-mekanik Hebat Indonesia hal ini sangat lah penting untuk data pengembangan lebih lanjut riset teman-teman bagi yang membutuhkanya

Supra 125 X 2007
(Ferdinand Iskandar anaknya Om Chia)1500 rpm = 15 derajat
3000 - rpm tinggi (ga disebutkan berapa,
tapi perkiraan aja sekitar 6000rpm,
utk roadrace biasanya derajat puncak ada di 6000an) = 39 derajat

Karisma 2003
(Jimmy S Winata)
rpm rendah = 14 derajat
rpm tinggi = 40 derajat
karbu keihin 24 mm

Karisma 2005

(Tomy Huang)
1500-3000 rpm = 15 derajat
3000-10.000rpm = 40 derajat
10500-12500 = 38 derajat

Shogun 2004
(Micahel Iskandar Om Chia)
rpm rendah = 15 derajat
rpm tinggi = 39 derajat

Smash 2006
(Ibnu Sambodo)
1000 rpm = 15 derajat
6000 rpm = 39 derajat
13500 rpm = 32 derajat
Limiter di 14000 rpm
Karbu Mikuni TM24

Shogun 125

(Ibnu sambodo)
9000 rpm = 44,5 derajat (tinggi ya?)
13000 rpm = 39 derajat
KArbu Keihin PE 28

Smash 2006

(Ibnu Sambodo)
1000rpm = 15 derajat
6000rpm = 39 derajat
13500 rpm = 32 derajat
Karbu Keihin PE 24

Shogun 125

(A Chuan (Medan))
2000 rpm = 15 derajat
5000 rpm = 40 derajat (trek pendek, di 5000rpm udah derajat puncak)
Karbu Mikuni TM 28

Kaze ZX130 2006

1000rpm = 15 derajat
rpm atas (ga dikasih tau berapa) = 38 derajat
Karbu Keihin PWK 28

Shogun 125
(Ibnu Sambodo)
rpm rendah ga dikasih tau
6000 rpm = 40 derajat

Karisma 2003

(Danang Cakra)
3000rpm = 15 derajat
>3000rpm = 38 derajat (ga dijelasin step2nya, tapi puncak di 38 derajat)
Karbu Mikuni 24

Shogun 125 2007
(Ahmad Jayadi (MP5 Anggi Permana))
rpm bawah = 15 derajat
rpm atas = 40 derajat
Karbu Mikuni TM24

Jupiter Z 2007
(Waskito Ngubaini - Merit)
rpm bawah = 15 derajat
8000 rpm = 40 derajat
Karbu Keihin 24

Jupiter MX 2006 Grasstrack
(Asep Sura')
1500 rpm = 35 derajat (tinggi yah.. ekstrim)
2500 - 12000 = 40 derajat
12000 - 14000 = 39 derajat
Karbu Ninja 28 mm

Jupiter Z 2007 

(M. Raka)
9000 rpm : 45 derajat
15000 rpm : 38 derajat
Karbu Mikuni Sudco 24mm

Jupiter Z 2004 
(Waskito 'Merit' Ngubaini)
8000 rpm : 40 derajat
14000 rpm : 32 derajat
Karbu Keihin PWK 28mm

Kawasaki Blitz 2007 
(Andreas Tear Tjahja)
3000 - 9000 rpm : 42 derajat
13000 rpm : 32 derajat
Karbu Mikuni TM24mm


Nah jadi taukan patokan-patokan drajat pengapian yang di gunakan mekanik-mekanik handal Indonesia...tentunya pengaplikasian drajat Pengapian ini menggunakan CDI Programable yang banyak beredar di pasaran sekarang ini....jadi bukan CDI jenis biasa ya teman-teman

Berita Terkai :

Mengenal CDI lebih dekat 

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor

Memahami waktu pengapian motor standar dan balap

Download buku petunjuk Cara seting CDI REXTOR

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor

Sitem Pengapian CDI - AC

Sistem Pengapian CDI-DC

Sudut = Derajat

Pulser positive dan Pulser negative

CDI Programmable Cheetah Power

CDI RACING PREDATOR 

CDI BOOSTER ZONA 13 

BOOSTER 25 SPEED
semoga bermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung juga di grup I B L J Komunitas Drag Bike Indonesia

Senin, 23 Juli 2012

Rasio Motor Standar

 
YAMAHA
- YAMAHA jupiter-Z / Crypton / Vega: 1(12-38), 2(17-33), 3(21-28) & 4(21-23).

- YAMAHA MIO : 13-42

- YAMAHA F1ZR: 1(12-39), 2(16-29), 3(19-25) & 4(22-23).

-YAMAHA jupiter MX: 1(12-34), 2(16-30), 3(17-23) & 4(22-23).

- YAMAHA RXZ & Touch125: 1(12-34), 2(16-29), 3(19-26), 4(21-24), 5(23-23) & 6(24-22)

- YAMAHA RX-KING: 1(12-34), 2(16-30), 3(19-26), 4(22-24) & 5(24-22).
KAWASAKI

- KAWASAKI KAZE/BLITZ: 1(12-36), 2(16-31), 3(20-27) & 4(23-25).

- KAWASAKI NINJA R: 1(10-27), 2(17-29), 3(20-26), 4(24-24), 5(21-20) & 6(22-19).

- KAWASAKI NINJA RR: 1(10-27), 2(17-29), 3(20-26), 4(22-24), 5(21-20) & 6(22-19).
HONDA


- HONDA KHARISMA / SX125: 1(14-35), 2(20-31), 3(20-23) & 4(26-24).

- HONDA Supra / Grand 110 / Supra Fit 110: 1(12-34), 2(17-29), 3(21-26) & 4(24-23).

- HONDA BLADE: 1(13-34), 2(18-28), 3(22-25) & 4(24-22).
 
SUZUKI

- SUZUKI spin / Skywave: 13-45

- SUZUKI Smash: 1(11-33), 2(16-30), 3(19-26) & 4(19-20).

- SUZUKI New Smash: 1(11-33), 2(16-30), 3(19-26) & 4(19-20).

- SUZUKI Shogun FL125: 1(11-32), 2(12-25), 3(17-22) & 4(19-20).

- SUZUKI Shogun 125: 1(11-33), 2(14-25), 3(17-22) & 4(19-20).

- SUZUKI Shogun 110: 1(11-33), 2(16-30), 3(19-26) & 4(19-20).

- SUZUKI Satria 120 : 1(11-32), 2(14-23), 3(18-20), 4(21-23), 5(18-20) & 6(17-21).

- SUZUKI Satria FU150: 1(12-33), 2(14-25), 3(19-26), 4(21-23), 5(23-21) & 6(25-20).
 Ulasan ini akan terus di up date Guna untuk melengkapinya....bagi teman-teman yang ingin menambahkan silahkan tulis di kolom komen atau menembahkan di dokumen grup facebook IBLJ

Semoga bermanfaat

Terima kasih 





Berita Terkait :

Gabung Juga Di Grup IBLJ Komunitas Drag Indonesia

FU TSR Vs MX TEKNO TUNER Sentul 31 maret 2014

Ninja TPZ VS Ninja D2M 7 Maret 2014 Win : TPZ

MX Hawadis VS Nija 250 WIn : Ninja 250 Sentul 12 Juni 2013

Pengikut

Popular Posts