rs1

Info Balap Liar Jakarta

Info Balap Liar Jakarta
WE ARE DRAGSTER NOT GANGSTER)......Pemesanan jaket I B L J di nomer : 0896 7696 5222 (rendy)......Perkopling Racing JFK mencari distributor Luar daerah Hub:089670261768 pin : 24d2d8c7......Pemasangan Iklan Hub: Email infobalapliarjakarta@yahoo.com......WE ARE DRAGSTER NOT GANGSTER

Hasil rsce 5 oktober 2015 Ninja (Tekno Tuner) Vs Nova Dash (D2M) Win : Ninja Tekno Tuner

Jumat, 31 Agustus 2012

Alamat Bengkel Anggota I B L J Bogor


BOGOR

1. Nama Bengkel   : Speedy Duck Racing Team
    Nama Mekanik   : Dimas
    Alamat               : Perumahan curug permai, Bogor

2. Nama Bengkel   : Phedox Speed
    Nama Mekanik  : Gunawan (Rigun)
    Alamat               : Cikampak Bojongrangkas Bogor (depan masjid)

3 . Nama Bengkel   : "333" qiu motor
     Nama Mekanik   : heldi / kiki
     Alamat               : Bogor

4. Nama Bengkel   : Tedy GP Motor
    Nama Mekanik  : Tedy    
    Joky                   : Penyok
    Alamat               : Jalan raya bogor-jakarta dpan pom lampu merah pemda

5. Nama Bengkel   : Rangga Motor (RGM)
    Nama Mekanik  : Rachmadi(Tebo)
    Alamat               : jl.palayu.perum .BOGOR

6.  Nama Bengkel    : Nuke 157 motor
      Nama Mekanik  : Bayu alias doyok
      Alamat               : BOGOR

7.  Nama Bengkel   :  KAM'S MOTOR SPEED
      Nama Mekanik  : dede katro,Kacung,k'dont
      Alamat               : Jl.wanaherang gunung putri BOGOR. No.40

8.  Nama Bengkel    : BRC SPEED
      Nama Mekanik  : keling,Ricky bancet
      Alamat               : JL. Raya Haji Usa Bogor

9.  Nama Bengkel    : HHK SPEED
     Nama Mekanik   : Tedi / Engkong,Exxo   Joki : Ambon/Abdul
     Alamat                : Jalan raya tajur no.10 tarikolot citeureup bogorNama: HKK Speed

10. Nama Bengkel  : WEDUS GEMBEL
      Nama Mekanik : Anang suryanto / gembul
      Alamat              : Jl.raya bogor_gg.hj ramin tipar city

11. Nama Bengkel : Doel New Speed (cimulang bergoyang)
      Alamat             : Ciampea Bogor barat Nomor hp : 08561470525

12. Nama bengkel  : RCD RECING TEAM
      Nama mekanik : Richard/black/ngengot
      Alamat             : Jl. raya bogor km23 cijantung (komplek BLK)


Rabu, 29 Agustus 2012

CDI NON LIMITER Cdi Racing Alternative


Pencinta Drag Bike terdiri dari berbagai Lapisan...dari lapisan bawah hingga atas namun part Racing yang tersedia terlihat belum merata seperti para pecinta Drag Bike yang sangatlah luas...so untuk kalangan tertentu saja yang bisa menikmati  part-part Racing yang ternama,bagaimana yang memiliki baget pas-pasan...???? sekarang jangan berkecil hati I B L J akan berusaha memperioritaskan produk-produk racing dengan harga yang bersahabat untuk teman-teman berikut ini salah satunya

CDI NON LIMITER (No merek)

Untuk :
  • Jupiter Rp. 350.000
  • Mio Rp. 350.000
  • Shogun Rp. 350.000
  • Blade Rp. 350.000
  • Vario Rp. 612.000
  • Beat Rp. 612.000
  • CBR  Rp. 420.000
  • MX Rp. 420.000
  • Grand Rp. 180.000
  • FU (satria) Rp. 400.000
  • Satria 2T Rp. 350.000
  • dll

Spesifikasi CDI :
Casing polos (tanpa merk) 
Maping Pengapian Racing harian :
Dibawah 2500rpm derajat pengapian standar

Diatas 2500rpm baru mulai maju (advance) dengan tujuan supaya tidak ngelitik saat di lampu stop/start dan menambah power sesudah itu sehingga bisa dipakai untuk harian maupun racing/drag.

Untuk lebih jelas silahkan hubungi kami di 
Contac : 087715320253 Pin : 315B8A98 (ARV Racing)
Lokasi : Jogja

Gabung juga di grup facebook I B L J komunitas Drag Bike Indonesia

Selasa, 28 Agustus 2012

Paket Hemat Bore Up Mio & Beat UltraSpeed Racing





Penawaran menarik datang dari bengkel UltraSpeed Racing Ciledug Tangerang yang tergolong memberikan penawaran hemat untuk teman-teman yang memiliki baget pas-pasan atau parapelajar, specifikasi perubahan spek di jelaskan secara terbuka guna untuk meyakinkan dan memudahkan teman-teman untuk memberikan informaasi seputar perubahannya....tentunya di barengi dengan hasil Out put yang berbeda pula dari standar jadi tunggu apa lagi....berikut ini adalah part-part dan keterangan seputar perubahan speknya :





A. MIO 150cc





Hanya Rp. 650.000
Teman-teman akan mendapatkan :
1. Blok + piston + ring merek RIK + pen + paking ukuran 58.5mm
2. porting dan polish ala ultraspeed
3. Jasa bongkar pasang
4. Spuyer
5. jetting karbu

B. BEAT 130cc













Hanya Rp. 850.000 Teman-teman akan mendapatkan :
1. blok + piston + ring + paking 54.5 merek K
2. porting dan polish ala ultraspeed
3. jasa bongkar pasang
4. jetting karbu

Pokonya Tinggal gassssss!!!

BURUAN BOOKINGGGGG Karna penawaran Paket terbatas loh!!!

Untul lebih jeas silahkan hubungi : 
Contac : 2855AEFE / 0817858080
 

Syarat dan ketentuan berlaku!!!
Paket tidak dapat digabungkan dengan pemasangan parts mesin lain!!!

Sabtu, 25 Agustus 2012

Leher kenalpot Racing


CRB muffler menawarkan paket pembuatan leher kenalpot untuk menyesuaikan spek mesin yang sudah di modifikasi seperti Bore Up maupun racing look style ...adapun material yang di gunakan full galvanis
Harga yang di tawarkan 100 s/d 200rb Untuk kategory motor bebek dan matik
Dapat juga di pesan full dengan Silencer

Satria Fu Bore Up S/d 250cc : Rp.400.000.

Fiz R Dragg : Rp.350.000.

Mio Bore Up S/d 300cc : Rp.350.000.
Rx King : Rp.350.000.

Ninja 150 cc Rp. 450.000
Ninja 250 Rp. 600.00

Di jual dari harga 200rb s/d 600rb material leher kenalpot menggunakan full galvanis dan bahan silincer Almunium dapat di pesan secara COD atau  On line dan di kirim melalui paket :

CONTAC : 082121114472 (Daniz Donz Speed Cirebon)
Alamat : JL.Pramuka. Perumahan gedung mas regency sitopeng kebon pelok CIREBON
Alamat Email : donzspeed077@yahoo.com..

Senin, 20 Agustus 2012

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor



Bagi para pengguna sepeda motor khususnya yang memakai pengapian DC, alat ini dapat membantu menyempurnakan pembakaran sehingga lebih responsif dan akselerasi lebih mantab.Alat ini berfungsi meningkatkan/memperbesar pengapian serta mampu menstabilkan pengapian sepeda motor yang menggunakan pengapian arus DC.Karena listrik pengapian DC stabil dan lebih besar, menghasilkan percikan api pada busi lebih besar sehingga mampu mendongkrak tenaga dan pastinya lebih hemat BBM.

Keuntungan pemakaian alat ini adalah :
1. Tenaga mesin bertambah (akselerasi/tarikan lebih ringan)
2. Torsi mesin bertambah.
3. Pembakaran lebih sempurna.
4. Ruang bakar menjadi bersih.
5. Mengurangi emisi gas buang.
6. Suara mesin lebih halus.
7. Mesin menjadi awet & tahan lama.
8. Starter lebih mudah.
9. Irit bensin
10. Suara klakson lebih keras.
11. Lampu-lampu lebih terang.
12. Tidak merusak komponen pengapian & mesin.
13. Kelistrikan motor menjadi stabil.
14. Umur aki dan CDI lebih panjang.
15. Bisa dipasangkan dengan CDI racing.

Komponen inti dari alat ini adalah capasitor/elco yang berfungsi sebagai penyetabil arus dan penyimpan muatan yang menuju CDI DC. Para penggemar otomotif sudah tidak asing lagi dengan capasitor bank. Capasitor bank sering dipakai dalam perangkat audio mobil yang berguna sebagai penyimpan muatan listrik dari accu supaya arus yang mengalir menuju perangkat audio mobil lebih mantab. Alat sebenarnya capasitor bank yang nilainya lebih kecil dari capasitor bang yang beredar dipasaran. DC boster pengapian dc sudah beredar di toko-toko variasi motor dengan harga 100 ribuan dengan indikator lampu yang menarik. Kalau kita kreatif kita dapat membuat sendiri dengan harga yang relatif murah dan lebih handal dari pada produk yang ada dipasaran. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat gambar dibawah ini :


Gambar skema DC Boster.


Komponen yang dibutuhkan :
-  R1.3,3K.
- Led warna Merah.
- 5 Buah Capasitor 2200Mf/35V > untuk hasil yang maxsimal Kita dapat mengganti nilai capasitor menjadi 6800Mf/35V. 

Cara pemasangannya  yaitu :

- Jalur huruf A dihubungkan pada positif CDI DC.
- Jalur huruf B dihubungkan dengan negatif accu atau dihubungkan dengan masa(body).Saat kunci kontak
   pada posisi ON maka lampu led akan menyala.


Berikut ini adalah isi sebuah boster jika di buka


Gambar isi dari DC Boster
.

Gambar DC Boster menggunakan indikator Seven Sigmen.



gambar isi dari DC Boster.
CARA PEMASANGAN:

DC BOOSTER mempunyai 3 kabel. Yaitu: merah, hitam & kabel ground berwarna hitam.* Untuk keamanan selama pemasangan, lepas dulu kabel negatif (-) aki yang berwarna hitam.* Kabel merah DC BOOSTER dipasang pada terminal positif (+) aki.* Kabel hitam DC BOOSTER dipasang pada terminal negatif (-) aki.* Kabel hitam tambahan adalah kabel ground (ground wire). Dipasang dari terminal negatif (-) aki menuju ke ground/chasis motor.* Apabila hasil yang diperoleh kurang maksimal, bisa ditambah 1 DC BOOSTER lagi dengan cara dipasang paralel di aki.* Letakkan DC BOOSTER di tempat yang tidak terjangkau oleh air.* Untuk memperoleh hasil yang lebih bagus: ubah setting karburator.sesuai dengan kebutuhan atur Jarak gap / kerenggangan elektroda busi * Kondisi motor / mesin dalam keadaan sehat.



yang ingin memilikinya bisa pesan di sini klik

CDI BOOSTER ZONA 13 
ATAU
BOOSTER 25 SPEED


Mengenal CDI lebih dekat 
 
Memahami waktu pengapian motor standar dan balap

Download buku petunjuk Cara seting CDI REXTOR

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor

Sitem Pengapian CDI - AC

Sistem Pengapian CDI-DC

Sudut = Derajat

Pulser positive dan Pulser negative

CDI Programmable Cheetah Power

CDI RACING PREDATOR 

semoga bermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung juga di Grup Facebook I B L J Forum komunitas drag bike Indonesia

Witjax Modizigner Cutting Sticker



Untuk mengatasi kejenuhan terhadap tampilan airbrush atau cat permanen teman-teman bisa mensiasatinya dengan Cutting sticker...pengerjaanya pun relatif cepat di banding cat....design yang di tawarkanya pun memiliki consep yang sesuai trend atau kemaun dari pemilik kendaraanya....Ditail pengerjaan menjadi prioritas dari rumah design Witjax Modizigner Dan juga BERGARANSI ......sedangkan lama pengerjaan relatif.... sesuai dengan tingkat kesulitan dan antrian Custamer kurang lebih 2 sampai 4 hari ....Harga yang di tawarkanya pun beragam di buka mulai harga Rp. 200.000 - Rp. 900.000
Berikut ini adalah Contoh-contoh Design Witjax Modizigner tawarkan :


























Bila kurang puas dengan sample yang IBLJ berikan silahkan klik Contoh Design Cutting Sticker  lainya berikut : 

CONTAC :  HP 08566330226  Pin bb 23A3BD15  Dengan (Agus witjax modizigner) 
Alamat       : Jl. Hasyim Ashari, Komplek TU no.9 tangerang (smping RS Usada insani Cipondoh)

Gabung juga di grup facebook I B L J Forum komunitas Drag Bike Indonesia

Minggu, 19 Agustus 2012

Mengenal CDI lebih dekat

CDI atau Capacitor Discharge Ignition adalah sistem pengapian pada mesin pembakaran dalam dengan memanfaatkan energi yang disimpan didalam kapasitor yang digunakan untuk menghasilkan tengangan tinggi ke koil pengapian  sehingga dengan output tegangan tinggi koil akan menghasilkan spark di busi. Besarnya energi yang tersimpan didalam kapasitor inilah yang sangat menentukan seberapa kuat spark dari busi untuk memantik campuran gas di dalam ruang bakar. Semakin besar energi yang tersimpan didalam kapasitor maka semakin kuat spark yang dihasilkan di busi untuk memantik campuran gas bakar dengan catatan diukur pada penggunaan koil yang sama. Energi yang besar juga akan memudahkan spark menembus kompresi yang tinggi ataupun campuran gas bakar yang banyak akibat dari pembukaan throttle yang lebih besar.
Skema CDI
Skema CDI secara umum ( diambil dari www.crustyquinns.com)

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa CDI yang kita pasang untuk pengapian sangat berpengaruh pada performa kendaraan yang kita gunakan. Hal ini disebabkan karena dengan penggunaan pengapian yang baik maka pembakaran di dalam ruang bakar akan tuntas dan sempurna sehingga panas yang dihasilkan dari pembakaran akan optimal. Kenapa panas sangat berpengaruh? Karena disain dari mesin bakar itu sendiri, yaitu mengubah energi kimia menjadi energi panas untuk kemudian diubah menjadi energi gerak. Semakin panas hasil pembakaran di ruang bakar artinya semakin besar ledakan yang dihasilkan dari campuran gas di ruang bakar sehingga menghasilkan energi gerak yang besar pula di mesin. Panas disini adalah panas yang dihasilkan murni dari ledakan campuran gas bakar, bukan karena gesekan antar komponen didalam ruang bakar. Dengan kata lain panas yang dimaksudkan adalah panas ideal yang dapat dihasilkan dari pembakaran campuran gas bakar dengan energi dari sistem pengapian yang digunakan.
Bagaimana kita mengetahui besarnya energi dari sistem pengapian (pada kasus ini CDI) yang kita gunakan? Besarnya energi ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus dasar untuk menghitung energi kapasitor yaitu : e=1/2*c*v*v. Dimana c adalah besarnya kapasitor yang digunakan (dalam satuan Farad) dan V adalah tegangan yang disimpan di kapasitor tersebut. Misalkan saja kapasitor yang digunakan 1uF dan tegangan yang disimpan 300V maka energi dari kapasitor tersebut dihitung menggunakan rumus tadi adalah 45 mili Joule. Energi inilah yang akan dikirimkan ke busi melalui koil yang kemudian akan digunakan untuk memantik campuran gas di ruang bakar. Oleh karena itu semakin besar energi ini, semakin kuat spark yang dihasilkan oleh busi.
spark
Spark energy
Besarnya energi ini biasanya (dan seharusnya) disebutkan pada spesifikasi CDI yang kita gunakan. Kenapa? Karena inilah inti dari CDI itu sendiri, yaitu energi yang dihasilkan. Disinilah kita bisa membandingkan atau memberikan suatu justifikasi bahwa sebuah CDI lebih powerfull dibandingkan CDI lain ataupun CDI bawaan standar pabrikan kendaraan. Namun bagaimana jika spesifikasi dari CDI yang kita gunakan tidak menyebutkan besarnya energi yang dihasilkan? Tentunya produsen CDI yang baik akan memberikan besaran-besaran spesifikasi lain yang digunakan oleh CDInya. Biasanya produsen akan memberikan tegangan output CDI, arus yang dikonsumsi, dan range RPM yang bisa dilayani oleh CDI tersebut. Disini masih ada satu pertanyaan untuk mencari nilai C yang digunakan, karena besarnya energi dihitung dengan nilai C kapasitor sedangkan produsen CDI memang jarang menyebutkan berapa besar C kapasitor yang digunakan.
Bagaimana kita mendapatkan besaran nilai C kapasitor? Tentu saja dengan menggunakan kembali parameter spesifikasi CDI yang diberikan oleh produsen. Dari teori rangkaian listrik pada suatu sistem bahwa jumlah daya yang dikeluarkan  maksimum sama dengan daya input (pada efisiensi 100%), maka kita dapat memperoleh selain nilai C kapasitor juga nilai energi yang digunakan. Daya input dihitung dengan P = V*I, dimana V adalah sumber tegangan untuk mencatu CDI, yaitu baterai (accu) dan I adalah arus dari baterai yang dikonsumsi CDI pada RPM maksimum yang masih dapat dilayani CDI.
Misalkan pada suatu CDI diketahui spesifikasi sebagai berikut :
tegangan kerja : 11 – 14.5 V
konsumsi arus : 0.1 – 0.75 A
tegangan output: 300 V
range RPM : 500 – 20000 rpm
Dari spesifikasi diatas dapat kita peroleh daya input CDI adalah P = 12 * 0.75, hasilnya adalah 9 watt. Disini digunakan V = 12 karena memang baterai (accu) yang umum digunakan di kendaraan (motor) adalah tipe 12 volt.  Arus (I) yang digunakan adalah 0.75 A (arus maksimum dengan acuan spesifikasi di atas) karena arus inilah yang digunakan untuk mengisi kapasitor pada RPM maksimum CDI (20000 rpm). Kenapa menggunakan acuan pada kondisi rpm maksimum? Karena CDI tersebut didisain untuk bekerja pada range RPM rendah- tinggi (500 – 20000 rpm). Semua disain CDI dihitung pada kondisi maksimum agar dapat beroperasi pada range RPM, karena pada RPM maksimum sistem CDI harus mengisi kapasitor sampai tegangan out yang ditentukan (300 V) sebelum satu putaran crankshaft. Karena setiap satu putaran crankshaft pasti tegangan tersebut akan dilepaskan ke koil sebagai akibat posisi sensor yang ditempatkan di magnet. Sehingga pengapian terjadi setiap 360 derajat atau dengan kata lain pengapian terjadi pada langkah kompresi dan langkah buang. Agar kapasitor dapat terisi penuh sebelum sensor mentrigger di semua range RPM maka waktu maksimum untuk mengisi kapasitor harus kurang dari waktu putaran crankshaft pada RPM maksimum. Pada kasus ini waktu pengisian harus < 0.003 detik, yang didapatkan dari rumus T=1/f, dimana f adalah RPM maksimum (20000 rpm = 333,333 Hz).
Dengan daya out CDI yang telah diketahui yaitu 9 watt, dapat kita hitung berapa energi yang dilepaskan oleh CDI. Energi inilah yang menjadi jaminan kualitas CDI yang kita gunakan. Energi ini dihitung dengan rumus P = E/T atau menjadi E = P*T. T disini adalah waktu pada RPM maksimum yaitu 0.003 sekon ( T=1/f, f=333.333Hz). Sehingga diperoleh E = 9*0.003 sama dengan 0.027 Joule. Dengan rumus energi kapasitor maka diperoleh besaran C = 2*E/(V*V) yaitu 0.0000006 Farad atau 0.6 mikro Farad.
capacitor
  capacitor

Dengan teori daya, maka daya yang dikeluarkan CDI maksimum sama dengan daya input yaitu 9 watt. Disini diasumsikan efisiensi sistem adalah 100 %. Pada kenyataannya tidak ada sistem yang memiliki efisiensi 100 %. Pada prakteknya efisiensi untuk pembangkitan tegangan tinggi seperti CDI berkisar di 80-85%, namun dengan disain rangkaian dan penggunaan komponen yang baik dapat diperoleh efisiensi 90%. Efisiensi lebih dari 95% belum dapat dicapai dengan teknologi komponen yang ada saat ini. Efisiensi 100% digunakan hanya untuk mempermudah hitungan kita saja, namun untuk hasil perhitungan yang lebih akurat sebaiknya besarnya efisiensi juga harus diperhatikan.
Energi 0.027 Joule diperoleh dengan efisiensi 100%, bagaimana jika efisiensi bukan 100%? Katakanlah desain CDI memiliki efisiensi 85%, maka energi output CDI adalah 0.0229 Joule. Pada mesin bakar ada parameter MIE (Minimum Ignition Energy) atau energi minimum yang dibutuhkan agar mampu membakar gas di dalam ruang bakar. Besarnya MIE ini untuk tipikal mesin 1 silinder adalah 0.020 Joule. Dari sinilah kita bisa mengetahui sebenarnya seberapa baikkah CDI yang kita gunakan. Dari kasus diatas ternyata beda energi CDI hanya sekitar 0.0029 Joule yang artinya sangat kecil. Artinya apakah dengan mengganti CDI dengan yang kita gunakan saat ini telah sesuai dengan ekspektasi?
      Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa produsen CDI yang baik harus mencantumkan energi dari CDI mereka karena hal inilah yang menjadi jaminan bahwa produk mereka memang bagus. Karena energi CDI ini sangat bergantung pada arus input, maka tak heran jika produsen CDI terkemuka selalu mengeluarkan spesifikasi CDI sesuai dengan keperluannya. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi “tekor” pada accu yang digunakan. Sebagai contoh, pada aplikasi CDI untuk keperluan harian (daily use) harus dikompensasi antara energi yang digunakan dengan pemakaian arus yang tidak melebihi kapasitas pengisian accu. Contoh lainnya pada aplikasi pengapian untuk drag bike. Untuk kasus ini mungkin  saja tidak memperhitungkan berapa arus pengisian accu. Karena pada drag bike mesin hanya hidup selama beberapa menit saja dan selama itu pula semua sumber daya yang ada di mesin di explore sebanyak-banyaknya termasuk penggunaan energi CDI sebesar-besarnya dengan arus maksimal dari accu yang digunakan.
Timing pengapian dan setingan lain tentu juga berpengaruh pada hasil akhir performa mesin, namun jika kita lihat dari sisi CDI itu sendiri, energi output lah yang menentukan kualitas CDI. Dengan timing dan setingan lain yang sama, CDI dengan energi yang lebih besar akan menghasilkan performa mesin yang lebih baik.
Ignition timing

Contoh timing pengapian

Dari paparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa tidak mungkin membuat CDI dengan spesifikasi “high energy” namun dengan konsumsi arus yang kecil, dan tentu saja hal ini bertentangan dengan hukum daya. Ingatlah bahwa rumus daya, tegangan, arus  (hukum kekekalan energi) adalah sudah matang alias sudah tidak bisa diutak-atik lagi sehingga semua hitungan dari spesifikasi CDI jelas tidak berbohong.
tanpa bermaksud untuk menggurui Semoga tulisan ini bermanfaat dan semakin menambah wawasan kita bersama mengenai apa itu CDI, bagaimana CDI yang baik dan seberapa besar energi pembakaran yang dihasilkan serta apa saja konsekuensi yang ditimbulkan dengan penggunaan CDI yang kita gunakan.

(Sumber 469 Racing)

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor

Memahami waktu pengapian motor standar dan balap

Download buku petunjuk Cara seting CDI REXTOR

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor

Sitem Pengapian CDI - AC

Sistem Pengapian CDI-DC

Sudut = Derajat

Pulser positive dan Pulser negative

CDI Programmable Cheetah Power

CDI RACING PREDATOR 

semoga bermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung juga di grup Facebook I B L J Forum komunitas Drag bike Indonesia

Jumat, 17 Agustus 2012

Download buku petunjuk Cara seting CDI REXTOR semua type

image
CDI REXTOR

Mungkin banyak dari teman-teman yang kesulitan untuk memperoleh informasi tenteng cara petunjuk untuk menseting CDI REXTOR jadi setiap membeli CDI ini harus minta bantuan lagi kepada orang yang ahli untuk meyetelnya...itu pun kalau ada...kalo tidak ada terpaksa nekat nyeting sendiri tanpa petunjuk wahhh motornya jadi malpraktek deh......tapi tenang mungkin saat ini tidak perlu terlalu risau modal Goceng pergi kewarnet download deh disini........disini hampir keseluruhannya IBLJ sediakan guna mempermudah teman-teman semua setanah air....
untuk memajukan drag bike indonesia bukan hanya di bibir tapi harus ada tindakan nyata inilah salah satunya


SELAMAT MENCOBA

Cara Setting manual CDI REXTOR programmable limited edition :
 http://www.ziddu.com/download/12495439/INSTRUCTIONMANUALPCDIPDF.pdf.html

Cara setting manual CDI Rextor adjustable for Smash :
http://www.ziddu.com/download/12495410/AdjustableCDIManualInstructionSmashV-2PDF.pdf.html

 Cara Manual setting CDI REXTOR Shogun 125 :
 http://www.ziddu.com/download/12495404/AdjustableCDIManualInstructionShogun125V-2PDF.pdf.html

Cara manual setting CDI REXTOR Satria Fu :
 http://www.ziddu.com/download/12495388/AdjustableCDIManualInstructionSatriaFU150V-2PDF.pdf.html

Cara manual setting CDI REXTOR Jupiter Z  :
 http://www.ziddu.com/download/12495369/AdjustableCDIManualInstructionJupiterZV-2PDF.pdf.html

MAPPING CDI REXTOR pro drag:
 http://www.ziddu.com/download/12495704/prodragsetup1.rar.html

MAPPING CDI REXTOR Monster
http://www.ziddu.com/download/12495706/monstersetup.rar.html

MAPPING CDI REXTOR GRM
http://www.ziddu.com/download/12495705/grmsetup.rar.html

MAPPING CDI REXTOR EXTREME
http://www.ziddu.com/download/12495703/xtremesetup.rar.html 


semoga bermanfaat

TERIMA KASIH 

Gabung juga di grup Facebook I B L J  Forum komunitas Drag Indonesia

 

Kamis, 16 Agustus 2012

Air Fuel Ratio (AFR)


Air Fuel Ratio adalah faktor yang mempengaruhi kesempurnaan proses pembakaran di dalam ruang bakar. Merupakan komposisi campuran bensin dan udara . Idealnya AFR bernilai 14,7 . Artinya campuran terdiri dari 1 bensin berbanding 14,7 udara atau disebut dengan istilah Stoichiometry. Pada tabel 1 dapat dilihat pengaruh AFR terhadap kinerja putaran pada motor bensin
Tabel 1. Pengaruh AFR terhadap kinerja motor bensin.


Pemakaian udara yang tidak stoikiometris, dikenal istilah Equivalent Ratio (ER). Equivalent Ratio (ER) adalah perbandingan antara jumlah (bahan bakar/ udara) yang digunakan dan jumlah (bahan bakar/ udara) stoikiometris. (Sumber: Wisnu Arya Wardana, 2001: 38)
Pada umumnya perbandingan udara dan bahan bakar dinyatakan berdasarkan perbandingan berat udara dengan berat bahan bakar. Perbandingan udara dan bahan bakar yang sempurna atau air fuel ratio (AFR) adalah 14,7 : 1, yaitu 14,7 udara berbanding 1 bensin.Tetapi pada praktiknya, mesin membutuhkan campuran udara dan bahan bakar dalam perbandingan yang berbeda-beda. Ini bergantung pada temperatur, kecepatan mesin dan kondisi lainnya. Pada tabel 2 adalah perbandingan campuran udara dan bensin secara teoritis yang dibutuhkan mesin sesuai kondisi kerja.
Tabel 2. Perbandingan campuran udara dan bensin secara teoritis yang dibutuhkan mesin sesuai kondisi kerja.
KONDISI KERJA MESIN
AIR-FUEL RATIO (AFR)

Saat start temperatur 0o Celsius
1 : 1
Saat start temperatur 20o Celsius
5 : 1
Idling
11 : 1
Putaran lambat
12-13 : 1
akselerasi
8 : 1
Putaran Max (beban penuh)
12-13 : 1
Pemakaian ekonomis
16-18 : 1


Semoga bermanfaat

Berbagai sumber

TERIMA KASIH


Gabung juga di grup facebook  I B L J  Forum komunitas Drag Indonesia :

Memahami waktu pengapian motor standar dan balap

Membahas masalah pengapian susah-susah sedap kawan..maklum hal ini tidak bisa dilihat secara kasat mata karna membutuhkan perangkat khusus....terutama bagi yang tidak mengerti seperti saya pasti pusing 7 keliling mikirinya, tapi bagi yang sudah mengerti hemmm..... dijamin besutanya makin kenceng deh.....namun tidak ada yang susah jika kita mau mempelajarinya.....untuk itu admin mencoba membahas yang ringan-ringan saja dulu tapi sangat berpengaruh besar.......apakah itu...? ya...drajat letupan pengapian moto standar dan balap....menurut data yang admin dapatkan selama ini dari berbagai sumber bahwa :

Pengapian untuk motor standart terjadi
• Pada RPM rendah (1.000 – 3.000 RPM)  loncatan api pada 8 - 15 derajat sebelum TMA
• Pada RPM tengah tinggi (4.000 ke atas) loncatan api pada 25 - 30 derajat sebelum TMA
• Api busi tidak besar dibanding pengapian balap


kenapa motor standar meletupkan bunga api 8-15 drajat sebelum TMA ...hal ini di mungkinkan karna sifat bahan bakar/oktan dan kompresi pada ruang bakar yang di gunakan.....seperti yang kita ketahui motor standar menggunakan bahan bakar premium yg beroktan 88 (mudah terbakara) dan kompresi antara 8-9 : 1...jadi cukup membutuh kan drajat yang sempit untuk membakar bahan bakar premium di tambah lagi kompresi yang rendah yang makin mendukungnya proses pembakaran lebih cepat pada (RPM 1000-3000)
namun memasuki RPM 4000 keatas sudut drajat letupan bunga api berubah menjadi 25-30 drajat sebelum TMA di mungkinkan karna putaran mesin yang makin cepat dan " ratio compresinya" yang berbeda dengan RPM rendah




Pengapian untuk motor balap terjadi
• Pada RPM rendah (1.000 – 3.000 RPM) : loncatan api pada 20 - 30 sebelum TMA
• Pada RPM tengah sampai tinggi ( 4.000 ke atas) : loncatan api pada 35 - 42 sebelum TMA
• Api busi besar



kenapa motor balap meletupkan bunga api 20-30 drajat sebelum TMA ...hal ini di mungkinkan karna sifat bahan bakar/oktan dan kompresi pada ruang bakar yang di gunakan.....seperti yang kita ketahui motor balap menggunakan bahan bakar yg beroktan 90-100 (yang memiliki sifat sulit untuk terbakar) dan kompresi antara 10 - 14 : 1...jadi sangat membutuh kan drajat yang lebih besar dari standar (lebih awal meletupkan bunga api) untuk membakar bahan bakar Racing yang memiliki oktan tinggi dan memiliki sifat yang sulit untuk terbakar di tambah lagi kompresi yang tinggi yang makin mendukungnya proses pembakaran lebih awal pada (RPM 1000-3000)
namun memasuki RPM 4000 keatas sudut drajat letupan bunga api berubah menjadi 35-42 drajat sebelum TMA (makin lebih awal menyalahkan bunga api) di mungkinkan karna putaran mesin yang makin cepat dan ratio compresinya yang berbeda dengan RPM rendah ....itu sebabnya kenapa pada perangkat pengapian motor balap membutuhkan perangkat tambahan untuk makin menyempurnakan proses pembakaranya...seperti koil racing....busi rasing.....magnet racing dll ......semua bertujuan untuk memaksimalkan proses terjadinya pembakaran pada ruang bakar agar mendapatkan hasil/tenaga yang lebih maksimal di banding dengan motor standar

bagaimana kita bisa mengupgrade drajat pengapian ini...???
secara manual bisa di lakukan dengan cara menggeser pick up pulsar (tonjolan yang ada di magnet) namun tentunya menggunakan cara ini butuh ketelitian yang tinggi agar hasilnya akurat....namun cara ini adalah cara yang paling murah...oleh sebab itu sampai saat ini masi banyak yang mengaplikasikannya



tapi kalo mau yang lebih akurat tentunya menggunakan CDI yang bisa di Program...yang banyak beredar di pasaran..cuma harganya lumayan hehehe....

 Jika melalui CDI program jelas sangat akurat kita tidak perlu repot-repot ke tukang las untuk merubah drajat pengapiannya...karna sudah tersedia ...jadi tinggal klik aja.... 

Tanpa bermaksud untuk menggurui mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan pada ulasan ini

Mengenal CDI lebih dekat 
Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor

Download buku petunjuk Cara seting CDI REXTOR

Keuntungan Menggunakan Booster DC Pada motor

Sitem Pengapian CDI - AC

Sistem Pengapian CDI-DC

Sudut = Derajat

Pulser positive dan Pulser negative

CDI Programmable Cheetah Power

CDI RACING PREDATOR 

CDI BOOSTER ZONA 13 

BOOSTER 25 SPEED


semoga bermanfaat

TERIMA KASIH

Gabung juga di grup facebook I B L J Forum komunitas Drag Indonesia 

FU TSR Vs MX TEKNO TUNER Sentul 31 maret 2014

Ninja TPZ VS Ninja D2M 7 Maret 2014 Win : TPZ

MX Hawadis VS Nija 250 WIn : Ninja 250 Sentul 12 Juni 2013

Pengikut

Popular Posts